Sakina Qalbiy
Jumat, 10 April 2015
Selasa, 07 April 2015
Telling about Experience
MY INTERESTING EXPERIENCE
AT JUNIOR HIGH SCHOOL
Seven
years ago I sat in second class of junior high school at SMPN 1 Jambon
Ponorogo. I liked English lesson. My English teacher is Mr. Indarso. I had a
good friends. His name is Agung Dwi Wahyudi. He also liked English lesson. We
studied together and helped each other if there are some difficult about the
lesson.
On
certain day, on Thursday we studied at Classroom in 2A room. At Classroom were
20 student. The Lesson is English. The teacher is Mr. Indarso. We studied about
question tags. At the last time in the English Lesson Mr. Indarso gave us
information about a competition of “ Story Telling “ at the regency. The place
for competition is SMPN 1 Ponorogo. Then Mr. Indarso said that he sent two name
; Siti Inayah and Agung Dwi Wahyudi. I shocked to heard that. Because Mr.
Indarso not yet tell to me about it. Agung also Shocked. I said to Mr. Indarso
“ I’m sorry sir, I can’t do it because sudden too for me. I’m not yet make a
Story Telling in English”. Mr. Indarso Answered “ Oh, don’t worry Inayah. I
will help you and Agung For make a Story Telling, then we have to study and
exercise. We have three days for study and exercise about it, Can you do it?” I
answered “ Yes Sir, I will Try it”.
On
Friday, at 7 a.m I arrived at my school. Mr. Indarso and Agung waited me in
teacher room. Mr. Indarso helped we make a story telling. I made a story
telling abot
“Frienship” while Agung maked about “
Cleanliness”.Then we studied an exercised together two days at school. On
Sunday we studied at home.
On
Monday, at 7 a.m Mr. Indarso picked up me go to SMPN 1 Ponorogo by motorcycle.
While Agung with Mr. Dirdoyo. I have been feelling pounding heart since one
hour in the trip. We arrived at SMPN 1 Ponorogo at 8 a.m. We went to the
place for registrasion. Functionary of registration gave me number of
participant. I got number 61, while
Agung got number 24. Then we walked in to the room of Competition Story
Telling. Before the Competition will be start, there were two event ; opening
ceremony and explained about technical of competition.
At
9 a.m the competiton started. The MC called one by one the participant for
went to in front of three juries and telled their story. The MC called number
24 Agund Dwi wahyudi. He went to infront of juries and started his story. At
the middle story he forgot his story. Finally, He told story which he
remembered. Agung finished and came back to our desk. My heart more pounded.
Then the participant went one by one to in front of juries until number 35.
Then the MC gave announcement. He said that the competition for this day enough
and for number 36-62 will be competition tomorrow. After heard that we went go
home. Mr. Indarso gave me a message to me for prepare the best for tomorrow.
Arrived
at home I took anap. At the night I studied and exercise the story telling. And
prepare the best for tomorrow. After that, I took a rest.
At
the morning, 8 a.m Mr. Indarso picked up me again and went to SMPN 1
Ponorogo for Competition. We arrived in the place at 8 a.m . We waited the
MC call me. At 1 p.m the MC called me. Heard that I prayed and stood up. Mr.
Indarso gave me spirit and said “ Believe, you can do it, Don’t think get how number,
but think and do the best” Then, I went infront of juries. I gave greeting to
juries and audiences. Then I started my Story about “ Friendship”. I finished
my story fluently. After that, the firt jury gave me question “ Have you a true
friend? Then, I answered “ Yes, I have “ He said “ Thank you” I answered “ you
are welcome”. After that, the second jury gave me question “ What the title
your story telling? And give me a simple explain about content your story ! I
answered “The title of my story is “ Friendship” the content of the story about a friendship and how about a true
friend”. The jury said “ Ok. Good” I answered “ Thank you Moom” She said “ You
are welcome “. Then the last jury gave me a question, He said “ Hi” I answered
“ Hi, Sir” He said again “ I will give you one question, please hear well, Ok”
I answered “ Yes, Sir” He asked “ In your opinion, possible or impossible a
true friend in your life!” Heard that I confiused, I didn’t know the mean of
word “ possible or impossible”. My vocabulary not yet too many. I couldn’t
answer his question. And I said to him “
I’m sorry Sir, I couldn’t answer your question” The jury smiled to me and said
“ Ok. No problem , don’t afraid and please increase your vocabulary Ok!” I said “
Yes, Sir I will plus my vocabulary, and thank you” He said “ Yes, you are
welcome”. Then, I came back to my desk. Mr. Indarso gave me spirit, “ You did
the best” and gave me explain “ The mean of word possible and impossible,
possible=mungkin. Impossible= tidak mungkin” I felt sad, if I knew the mean,I
could answer the question. After that we went home, because the yield of
competition will be announced by committee at tomorrow by letter to school
each.
On
Wednesday at the school we received a letter about yield of competition of
story telling. We looked, my name at the twenty-fourth from 62 participant.
While Agung in order thirty-fifth. Mr. Indarso gave spirit to us “ You did the
best, no number 1 no problem, and try again at the next competition” I and
Agung said “ Yes Sir, Thank you” Mr. Indarso “ You are my best children”. After
that, we studied at class as usually.
This
is my memorable experience. Don’t think “ I will be able to how number, but I will do
the best”.
Selasa, 18 November 2014
Rabu, 12 November 2014
RESUME OF LOKIGA/ MANTIQ
D. TENTANG NATIJAH
Kata Natijah berasal dari bahasa
arab, yang berarti hasil atau inti kesimpulan. Maksudny adalah hasil dari dua
pernyataan yang terkait antara muqadimah pertama dengan muqadimah ke dua.
Hal yang harus ada
supaya Natijah lurus dan benar :
1. Semua
natijah pada semua syakal mengikuti kerendahan mikadimah-mukadimahnya,
(
kerendahan disini adalah juz’iyah dan salibah karena juz’i lebih
rendah daripada kuli dan salibah lebih rendah daripada mujabah ). Jika salah
satu mukadimahnya juz’iyah, maka natjahnya harus juz’iyah, Jika
salibah maka natijahnya harus salibah.
2. Bila
kedua mukadimahnya mujabah, maka natijahnya pasti mujabah.
3. Jika
salah satu mukadimahnya salibah, maka natijahnya harus salibah
4. Jika
salah satu mukadimahnya juz’iyah, maka mukadimahnya harus juz’iyah
5. Jika
kedua mukadimahnya kulliyah, maka tidak mesti mukadimahnya kulliyah
6. Syakal
awal akan melahirkan natijah empat macam qadiyah
7. Syakal
duaakan tidak melahirkan natijah, kecuali salibah kulliyah atau juz’iyah
8. Syakal
tiga tidak melahirkan natijah, kecuali juz’iyah salibah atau mujabah
9. Syakal
empat tidak melahirkan natijah, kecuali juz’iyah. Kecuali pada dharab satu
(
mukadimah sugra kulliyah salibah, sedang mukadimah kubra nya kulliyah mujabah.
Akan melahirkan natijah kulliyah salibah.
E. QIYAS IQTIRANI
SYARTHIYAH
1. Qiyas
Iqtirani Syarthiyah ada yang muttasilah, terkadang tersusun dari empat syakal
dilihat dari haddul ausat, yakni :
a.
Syakal Pertama
Haddul ausat dalam qiyas menjadi tali
pada mukadimah pertama dan mukaddam dari mukadimah ke dua.
Contoh
: a=b – b=c
-
Tiap-tiap kami
pergi kuliah, kami mendapat ilmu,
-
Tiap- tiap
kami mendapat ilmu, kami merasa senang
-
Tiap-tiap kami
kuliah, kami merasa senang
b.
Syakal ke dua
Haddul ausat sama-sama menjadi tali
pada kedua muqadimahnya.
Contoh : a=b – c=b
-
Tiap-tiap
mahasiswa itu pelajar, maka ia adalah manusia
-
Tidak satupun
dari tanaman itu binatang, maka ia itu manusia
-
Tidak satupun
pelajar itu bukan manusia
c.
Syakal ketiga
Haudul ausat menjadi muqadam pada
kedua muqadimahnya.
Contoh : a=b – a=c
-
Tiap-tiap yang
merupakan bentuk segitiga , maka ia berbentuk datar
-
Tiap-tiap yang
merupakan bentuk segitiga, maka ia mempunyai tiga sudut
-
Kadang-kadag
jika sesuatu itu berbentuk datar, maka mempunyai tiga sudut
d.
Syakal keepat
Haudul ausat menjadi muqaddam pada
muqadimah pertama, dan menjadi tali pada
muqadimah kedua
Contoh : a=b – c=a
-
Kadang- kadang
bentuk itu mempunyai empat sisi, maka ia termasuk bentuk datar
-
Tidak sama
sekali yang mempunyai tiga sisi, maka ia bentuk empat sisi
-
Tidaklah bila
bentuk itu kadang-kadang bentuk datar, maka mempunyai tiga sisi.
2. Qiyas
Iqtirani Syarthiyah Munfasilah
Contoh :
-
Selalu manusia
itu adakalanya hidup adakalanya mati
-
Tiap-tiap yang
tidak hidup adakalanya mati dan tidak mati
-
Selalu manusia
itu adakalanya hidup adakalanya mati
3. Kadang
qiyas itu dapat tersusun dari qadhiyah syartiyah muttasilah dan qadhiyah
munfasilah.
Contoh
( syakal pertama ) :
-
Bila bentuk
datar dikelilingi tiga garis lurus yang berpotongan, maka bentuk itu adalah
segitiga
-
Tiap bentuk
segitiga, adakalanya mempunyai sudut tegak lurus, adakalanya sudut tumpul
-
Bilamana
bentuk datar itu dikelilingi tiga garis lurus yang berpotongan, maka adakalanya
bentuk itu mempunyai sudut tegak lurus atau sudut tumpul
4. Kadang
qiyas itu tersusun dari qadhiyah syarthiyah muttasilah dan hamiliyah, (
ada 4 syakal )
Contoh :
a.
Syakal pertama
-
Bila benda itu
besi maka pasti logam
-
Tiap logam
bila dipanaskan berkembang
-
Bila benda itu
berupa besi, maka berkembang bila dipanaskan
b.
Syakal kedua
-
Tiap-tiap
sesuatu iti mangga, maka ia adalah tanaman
-
Tidaklah
binatang itu tanaman
-
Tidak sama
sekali mangga itu binatang
c.
Syakal ketiga
-
Setiap besi
maka itu logam
-
Setiap besi
adalah penghantar panas
-
Kadang-kadang
logam sebagai penghantar panas
d.
Syakal ke
empat
-
Kadang-kadang
bila sesuatu makanan, maka bisa dijual.
-
Tidak sma
sekali makanan itu, merupakan batu
-
Tidaklah
kadang-kadang, yang bisa dijual adalah batu
5. Kadang
qiyas itu tersusun dari qadhiyah syarthiyah munfasilah dan hamiliyah
Contoh
: ( syakal pertama)
-
Selalu manusia
itu adakalanya hidup adakalanya mati (munfasilah).
-
Tiap-tiap yang
mati tidak memerlukan makanan ( hamiliyah)
-
Selalu manusia
itu adakalanya hidup dan adakalanya tidak memerlukan makanan
F. QIYAS ISTISNA’I
Qiyas Istisna’I adalah qiyas yang
disebutkan secara eksplisit ( bil fi’li ) ain natijah atau naqid natijahnya.
Istina’ terbagi dua
macam :
1. Istisna’i
Muttasilah ( muqaddam pertamanya merupakan syarthiyah muttashilah )
a.
Jika muqaddam
isbat, maka tali natijahnya isbat
Contoh :
-
Manakala
makanan itu manis, maka mengandung gula
-
Akan tetapi
makanan itu manis
-
Maka makanan
itu mengandung gula
b.
Jika
muqaddamnya nafi, maka natijahnya dalam bentuk nafi muqaddam
Contoh :
-
Akan tetapi
makanan itu tidak manis
-
Maka makanan
itu tidak mengandung gula
2. Istisna’i
Munfashilah ( muqaddimah pertamanya syarthiyah munfashilah )
Contoh :
-
Mahasiswa UIN adakalanya
pintar, adakalanya bodoh
-
Akan tetapi
mahasiswa UIN ini pintar
-
Maka mahasiswa
UIN ini tidak bodoh
Istisna’i
Munfashilah ada dua macam :
a.
Mengitsbatkan
muqadam, menatijahkan itsbat tali
Contoh :
-
Manakala itu
adalah manusia, maka adalah hewan
-
Akan tetapi ia
manusia
-
Maka dia
adalah hewan
b.
Menafikan tali
menatijahkan naïf muqadam
Contoh :
-
Manakala itu
adalah manusia, maka adalah hewan
-
Akan tetapi ia
bukan hewan
-
Maka ia bukan
manusia
Langganan:
Komentar (Atom)
